Tampilkan postingan dengan label Limbah Plastik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Limbah Plastik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Pengolahan Limbah Plastik Dengan Metode Daur Ulang (Recycle)


Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah.
Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya.
Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.Jenis limbah pada dasarnya memiliki dua bentuk yang umum yaitu; padat dan
cair, dengan tiga prinsip pengolahan dasar teknologi pengolahan limbah;
Limbah dihasilkan pada umumnya akibat dari sebuah proses produksi yang keluar dalam bentuk %scrapt atau bahan baku yang memang sudah bisa terpakai. Dalam sebuah hukum ekologi menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis. Artinya alam sendiri mengeluarkan limbah akan tetapi limbah tersebut selalu dan akan dimanfaatkan oleh makhluk yang lain. Prinsip ini dikenal dengan prinsip Ekosistem (ekologi sistem) dimana makhluk hidup yang ada di dalam sebuah rantai pasok makanan akan menerima limbah sebagai bahan baku yang baru.

Limbah Plastik
Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.
Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).

Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.

Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995).

Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.
Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks

Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).



http://ans-olahlimbah.blogspot.com

Daur Ulang Sampah Plastik


Peluang bisnis sebenarnya selalu ada di depan kita. Namun, , untuk menemukannya diperlukan kejelian insting bisnis, dan tentu saja kreativitas. Salah satu contoh adalah peluang bisnis pemanfaatan dan pengolahan sampah. Ya, sampah yang setiap hari kita hasilkan dan kita buang begitu saja sampai memenuhi tong sampah di rumah.
Tas Limbah Plastik
Selain turut berkontribusi menyelesaikan masalah sampah, bisnis pengolahan dan pemanfaatan sampah juga terbukti memiliki peluang cukup besar bagi siapa saja yang mau menekuninya.
Pertama-tama tentu kita harus mengesampingkan urusan gengsi, karena bisnis sampah dianggap rendah, jorok, dan bahkan memalukan. Padahal, yang lebih memalukan adalah bisnis kotor para pejabat yang menyalahgunakan kuasa. Bisnis sampah adalah halal dan sama sekali tidak perlu membuat pelakunya malu. Bahkan, seorang kepala sekolah di pinggiran Jakarta pun tak malu menjadi pemulung sampah sebagai bisnis sampingan untuk menutup kekurangan gajinya sebagai guru dan kepala sekolah. Dan dengan bisnis itu dia bisa hidup cukup.
bingkaibisnis4 1Jika menjadi pemulung masih membuat Anda kehilangan gengsi, ada solusi lain dari bisnis sampah. Jadilah produsen tas dari sampah plastik yang tak bisa di daur ulang. Contoh sukses pengolahan sampah plastik menjadi tas yang modis dan keren antara lain bisa kita dapatkan dari Nurhayati, seorang ibu rumah tangga di Pati, Jawa Tengah. Tas produksi Nurhayati berbahan sampah sachet plastik bekas apa saja yang dipilah berdasarkan pola dan warna, kemudian dipadukan dalam satu desain yang indah dan menarik.
Caranya cukup dengan memilah-milah sampah plastik hingga terlihat sendiri paduan warna dan pola yang menarik. Setelah itu baru diterapkan pada kain dan kemudian dijahit sesuai model yang diinginkan atau model yang sedang tren. Jadilah tas plastik keren produksi Nurhayati. Bagaimana pemasarannya? Nurhayati tidak melakukan strategi khusus. Dia berjualan secara tradisional saja, cukup dari mulut tetangga ke tetangga lainnya, dari satu pelanggan ke pelanggan lain. Harga tas produksinya juga tak mahal, mulai dari 5.000 rupiah untuk ukuran dompet sampai di atas 15.000 rupiah untuk tas ukuran besar. Dari bisnis ini Nurhayati bisa menghidupi keluarga dan mempekerjakan dua karyawan.
Produk Lain
Selain tas dari sampah plastik, masih banyak bentuk lain yang bisa diproduksi dari bahan sampah plastik ini. Asal mau kreatif, kita bisa membuat produk lain seperti kotak tisu, hiasan dinding berupa lukisan plastik, tempat pensil, atau pernik-pernik lain yang bahan dasarnya tetap memanfaatkan dan mengolah sampah plastik. Bayangkan saja sebuah lukisan plastik yang dibingkai sederhana akan menjadi penghias rumah yang menarik. Apalagi bila kita kreatif mendesain dan merangkainya.
Tidak perlu modal apa pun untuk memulai bisnis ini. Cukup mulai dengan mengumpulkan dan mengakrabi. Mulai dengan mengumpulkan sampah di rumah sendiri, lalu di rumah tetangga, rumah saudara, hingga rumah teman. Sampah plastik sangat banyak tersedia di setiap rumah, jadi pasti tidak sulit mendapatkannya. Setelah terkumpul, mulailah dengan membuat sebuah tas. Selanjutnya, tawarkan kepada teman, kerabat, atau tetangga. Cukup dengan begitu, Anda sudah mulai menjadi pengusaha pemanfaatan dan pengolahan sampah plastik. *



http://ans-olahlimbah.blogspot.com

Mengolah Sampah Plastik Jadi Suvenir Cantik


Mengolah Sampah Plastik Jadi Suvenir Cantik

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Berbagai sampah plastik seperti bungkus mi instan, minyak goreng, dan sabun cuci selama ini hanya menghuni tong sampah. Namun, di tangan orang-orang kreatif, sampah itu bisa berubah wujud menjadi aneka kerajinan cantik dan fungsional, seperti tas, topi, wadah ponsel, dan dompet.

Seperti yang dilakukan oleh Musahara (40), ibu rumah tangga di Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dengan kreativitasnya, dia menyulap sampah-sampah plastik itu menjadi benda yang bernilai ekonomi. Hasil karyanya itu kini sudah dijual di pasar lokal.

"Mulanya saya hanya iseng, tapi karena mendapat sambutan, saya kemudian mencoba membuat produk kerajinan lain tak hanya terbatas dalam bentuk tas dan topi, tapi juga aneka produk lain yang layak dijadikan suvenir atau oleh-oleh," tuturnya.

Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dan dikelompokkan selanjutkan dibersihkan sebelum diolah menjadi produk kerajinan. Plastik bekas kemudian digunting sesuai ukuran benda yang akan dibuat.

Kegiatan Musahara mengolah sampah menjadi produk kerajinan tangan yang cantik seperti ini tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi semata, tetapi juga ikut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan dengan cara mendaur ulang sampah-sampah plastik. Produk kerajinan Musahara dijual antara Rp 15.000 hingga Rp 70.000.

Meski produk kerajinannya mulai dikenal luas warga Polewalii Mandar, tetapi Musahara kesulitan mengembangkan usahanya lantaran terkendala modal dan pemasaran. Banyak karyanya yang menumpuk lama karena pemasarannya hanya berputar di sekitar Kecamatan Wonomulyo dan Polewali.

Dia sebenarnya rajin mengikuti berbagai pameran lokal agar karyanya lebih dikenal dan makin diminati warga. Musahara berharap pemerintah bisa memberi bimbingan dan bantuan teknis pemasaran agar jaringan usahanya makin berkembang luas.


http://ans-olahlimbah.blogspot.com/